Pasang Iklan di sini!

...Informasi Macet Terdepan...

Penerapan Satu Arah di Tanah Abang


Penerapan Satu Arah di Tanah Abang    Penerapan Satu Arah di Tanah Abang   



Penerapan arus lalu lintas sistem satu arah (SSA) di kawasan Tanahabang, Jakarta Pusat yang mulai diberlakukan hari Kamis (4/2), cukup efektif mengurai masalah kemacetan yang kerap terjadi di kawasan bisnis dan perdagangan tersebut. Setidaknya, hal itu terlihat di persimpangan lampu pengatur lalu lintas atau Traffic Light (TL) Jatibaru.

Persimpangan yang selalu dilanda kemacetan terutama pada pagi dan sore hari itu, terlihat lancar tanpa ditemukannya penumpukkan kendaraan. Arus kendaraan yang berasal dari arah flyover (FO) Jatibaru menuju Jalan Kebon Sirih juga terlihat lancar. Dari pantauan beritajakarta.com, persimpangan Jatibaru yang biasanya selalu macet, hari Kamis tampak lancar.

Hanya saja, memang ada beberapa pengendara yang masih terlihat bingung akibat adanya pengalihan arus ini. Hal itu terlihat, khususnya pada pengendara yang berasal dari arah Jalan Kebon Sirih menuju Slipi. Pasalnya, kendaraan yang biasanya bisa langsung lurus melalaui persimpangan TL Jatibaru, kali ini harus berbelok ke arah Hotel Millennium melalui Jalan Fachrudin. Petugas memasang tanda larangan melintas menuju TL Jatibaru. Karena itulah, para pengendara terlihat banyak yang kebingungan dan memilih menghentikan kendaraannya untuk bertanya kepada petugas. Akibatnya, sepanjang ruas Jalan Fachrudin atau tepat di depan Hotel Millennium menjadi tersendat.

Akbar menjelaskan, ruas jalan yang ditutup meliputi, Jalan Jatibaru, dari persimpangan Jalan Jatibaru-Jalan Cideng ke arah persimpangan Jalan Abdul Muis-Jalan Kebonsirih (barat ke timur). Kemudian, Jalan Fachrudin, dari persimpangan Jalan Abdul Muis-Jalan Kebon Sirih (Hotel Millennium) ke arah persimpangan Jalan Fachrudin-Underpass Tanahabang. Lalu Jalan terusan Cideng dari persimpangan Jalan Fachrudin-Underpass Tanahabang. lalu, Jalan terusan Cideng, dari persimpangan Jalan Fachrudin-Underpass Tanahabang ke arah persimpangan Jalan Jatibaru-Cideng. “Diharapkan dengan cara ini kemacetan Tanahabang bisa teratasi,” harap Akbar.

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari sistem ini, pihak Dishub DKI Jakarta akan melakukan evaluasi dalam satu Minggu ke depan. Jika dinilai sukses, maka sistem ini akan diteruskan dan dibuat permanen. Namun apabila gagal, maka akan kembali diperbaharui. “Kita akan lakukan evaluasi dalam satu pekan ke depan, untuk mengetahui berhasil tidaknya sistem ini,” tandasnya.