...Informasi Macet Terdepan...

SK Gubernur DKI: Jalur Busway Boleh Dilintasi


SK Gubernur DKI: Jalur Busway Boleh Dilintasi   



Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo segera mengeluarkan keputusan yang membolehkan kendaraan lain masuk jalur busway pada waktu dan jam tertentu. Keputusan ini diharapkan bisa mengurai kemacetan lalu lintas Jakarta, terutama jam-jam rawan macet.

"Malam ini kita rapat dengan dinas terkait untuk membahas jalur busway bisa digunakan kendaraan umum. Tapi tidak sepanjang jalur rute busway melainkan di lokasi dan waktu yang ditentukan," kata Fauzi Bowo di Balai Kota DKI, Jumat (9/11).

Foke panggilan akrab Fauzi Bowo mengatakan pihaknya akan mengeluarkan surat keputusan (SK) Gubernur DKI sebagai dasar hukum kendaraan lain bisa menggunakan lajur bus Trans-Jakarta. Namun sifatnya hanya sementara menggunakan potongan jalur pada daerah rawan macet pada waktu tertentu.

Gubernur belum bisa menjelaskan secara detil dan rinci mengenai lokasi potongan jalur busway> koridor I-VII yang bisa digunakan kendaraan lain.

"Kebijakan itu saya ambil untuk mengurangi kemacetan arus lalu lintas di Jakarta sebagai akibat pembangunan jalur busway koridor VIII, IX, dan X," ujar Foke.

SK Gubernur DKI itu nanti merupakan yang kedua diterbitkan sebagai kebijakan mengurangi kemacetan lalu lintas dampak dari pembangunan jalur busway.

Sebelumnya, lanjut Foke, pihaknya juga sudah mengeluarkan SK Gubernur DKI untuk sementara terhadap kendaraan lain bisa menggunakan jalur busway koridor VIII, IX, X, dan khususnya jalur yang sudah selesai dibangun.

"Kebijakan baru itu sudah saya laporkan saat menghadap Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyno pada Kamis (8/11) sore," kata Foke.

Gubernur DKI mengatakan pembangunan busway sampai 10 koridor mutlak dilakukan guna meningkatkan pelayanan transportasi. Sedang lima koridor lainnya tetap berlanjut, tapi prioritas ke-10 koridor dimaksimalkan dulu.

Pembangunan 15 koridor busway di Jakarta, menurutnya, bukan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, melainkan untuk meningkatkan pelayanan transportasi masyarakat Jakarta. Kebutuhannya mendesak, karena tidak ada cara lain. Pemprov hanya berwenang membangun busway. Kalau kereta api, monorel, dan subway harus melibatkan pemerintah pusat dengan total investasi cukup besar.

"Kalau masyarakat ingin lancar dalam perjalanan, silakan pindah ke busway. Namun untuk sekarang memang jumlah armada maupun koridor masih kurang, jauh dari kebutuhan ideal," tukas Foke.

Masyarakat Jakarta, menurut Gubernur, kini benar-benar membutuhkan transportasi angkutan umum massal seperti bus, kereta api, subway, dan monorel. Namun Pemprov DKI hanya punya kewenangan dalam pengadaan bus. Kebetulan juga APBD DKI mampu bila hanya mengadakan busway dengan subsidi.

Untuk perjalanan warga Jakarta sebanyak 17 juta trip per orang tiap hari. Sekarang busway baru bisa melayani 210 trip. Ditargetkan kemampuan bus Trans-Jakarta antara 200-250 trip per hari.

Posisi penumpang pengguna jasa busway pada 2006 sebanyak 31 juta orang. Tiga bulan pertama 2007, jumlah penumpang busway mencapai 9,9 juta orang.

9 November 2007

Sumber: mekokesra.go.id